‘Komitmen’, adalah kata yang sulit. Sulit dijelaskan. Tapi kita mungkin mengerti maksudnya, kalu berhadapan degan masalah.
Ada orang yang semenjak kecil sudah aktif dalam mengikuti kegiatan di gereja, rajin berdoa, dan dikenal ramah di antara teman-temannya. Menjelang ujian akhir di Universitas, ia tiba-tibah berubah pikiran, suka mempertanyakan ajaran gereja, menjahui teman-teman lamanya dan akhirnya pindah ke agama lain.
Jadi, komitmen itu bukan soal apa yang kita ‘katakan’, bukan juga soal ‘jawaban atau janji’ kita di hadapan banyak orang. Komitmen khususnya dalam hal Iman, merupakan perkara keputusan! ! ! Mudah dan menyenangkan bagi kita bersikap ‘manis’ dalam hal iman. Tapi jauh lebih sulit dan menantang untuk tetap setia menjalani komitmen yang pernah kita ambil dalam nama Tuhan Yesus. Orang yang cepat berjanji, menggampangkan sebuah kesepakatan, dan memberi jawaban yang menyenangkan, punya resiko yang besar untuk ‘berbelok di tengah jalan’.
Rut adalah seorang wanita Moab yang memiliki Komitmen Iman yang jauh melebihi orang Israel sendiri, Karena:
1) Rut telah berpaut kepada Naomi (Ay. 14). Rut ketika diminta Naomi untuk kembali ke orang tuanya di Moab, ia tidak mau kembali, hal ini berbeda dan kontras dengan Orpa iparnya yang sedia minta diri dan pulang. Kata yang digunakan untuk Rut adalah “tetapi Rut tetap berpat padanya”. Kata ‘berpaut’ menjelaskan bahwa Rut begitu mengasihi Naomi dan ingin bersama-sama dengan mertuanya itu. Komitmen Rut begitu kuat sehingga hatinya telah berpaut pada Naomi.
2) Komitmen untuk selalu bersama Naomi. Komitmen Rut bukan sekedar kata-kata di depan iparnya Orpa dan mertuanya, tetapi ia melakukannya dengan serius. Rut tidak mau berpisah dengan Naomi apapun kondisi yang Naomi alami. Rut menyatakan: “jangan desak aku untuk meninggalkan engkau… kemana engkau pergi, kesitu jugalah aku pergi, dimana engkau bermalam, disitu juga aku bermalam.” (ay. 16). Ini merupakan komitmen yang sangat kuat dan konsisten dari Rut.
3) Identifikasi diri dengan Naomi. Pernyataan “Bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku,… Hanya maut yang memisahkan kita.” (Ay. 16,17). Ini merupakan suatu komitmen yang luar biasa dari Rut, ia berkomitmen untuk meninggalkan identitasnya sebagai orang Moab, agamanya dan keluarganya untuk tetap bersama dengan Naomi sang janda yang tidak jelas masa depannya.
Sebagai umat tebusan Allah, konsistenkah kita pada komitmen kita? masikah kita tetap berpaut dengan DIA, mau tetap bersamanya atau telah berubah. Konsistenlah pada komitmen kita yang semula bersama dengan Tuhan.
Persekutuan Unit STT Providensia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar